Contoh Desain Rumah Idaman Minimalis tipe 45 Terbaru

Simpanlah ilmu dengan mendigitalkannya. Ya, hampir semua referensi yang saya butuhkan, saya simpan di google. Dari nomer kontak HP, file penting atau referensi pekerjaan yang biasanya saya tulis ulang di blog ini. Tak terkecuali referensi desain rumah idaman minimalis dan mewah berbagai tipe: 45 dan 60 ke atas, untuk proyek properti saya berikutnya. Sebagian rahasia saya ada di tangan google.

Desain minimalis di sini tentu tidak asal minimalis, tapi pastinya disesuaikan dengan kebutuhan. Berdasarkan pengalaman, sebelum membangun rumah, konsumen harus didapatkan dahulu. Minimal keseriusan ditunjukkan dengan DP. Setelah itu, saya berdiskusi menyesuaikan selera dan kebutuhan konsumen. Selain demi kepuasan konsumen, membangun rumah setelah mendapat konsumen juga meminimalisir kerugian. Banyak rekan developer yang gugur. Berpuluh-puluh unit rumah dibangun, konsumen tak kunjung datang. Akhirnya, perumahan mangkrak. Tagihan bank bertubi-tubi. Jual aset menjadi pilihan. Duh.

Berkaitan dengan selera, konsumen bujang tentu kebutuhannya beda dengan yang berkeluarga; konsumen pekerja tentu beda dengan pengusaha. Konsumen KPR tentu beda dengan yang cash. Intinya, beda profesi-status sosial-usia maka biasanya beda pula desain dan denah rumahnya. Lain padang, lain ilalang.

Tanpa berpanjang lebar, berikut desain rumah minimalis yang menurut saya layak jual, layak beli, dan layak menjadi referensi anda saat membangun rumah.

tipe 45
Dengan atap limas, desain terkesan mewah. Salah satu rekomendasi buat para developer dalam membangun rumah minimalis mewah
Atap yang terekspos sempurna, dan memaksimalkan halaman samping untuk parkir menjadi daya tariknya.

Model rumah yang banyak diadopsi dan dimodifikasi oleh developer

Salah satu referensi saat membangun kluster perumahan mewah.

rumah minimalis kubu raya
Masih hangat, rumah tipe 48 di Kubu Raya. Alhamdulillah, sold out.
Untuk pemasaran via sosial media, anda bisa menyimak tulisan saya berikut: 3 Jurus Jitu Memanfaatkan Fitur Search di Facebook untuk Bisnis Anda

Masih banyak referensi desain rumah minimalis yang mau saya bagi di kesempatan berikutnya. Untuk itu, ikuti terus blog ini, dapatkan update-nya via e-mail melalui form di bawah atau tandai dengan me-like Facebook ini. Yang minat lebih serius, bisa langsung ke halaman kontak atau berkomentar di bawah.

Tabik.

Cara Ampuh Mengatasi Stres: Bersyukurlah!

Stres, stres dan stres. Kata-kata yang demikian akrab dalam kehidupan masyarakat kota. Begitu tenar namanya namun tidak semua orang mau menerima kehadirannya. Bahkan nyaris semua orang ingin menjauhinya.

Mau buktinya? Yang paling dekat ialah saat mudik lalu; Yang masih bujang, stres saat ditanya 'kapan nikah?' Yang lagi sibuk memburu lowongan kerja, stres ditanya 'kerja di mana?' Yang berkuliah, stres ditanya 'kapan wisuda?' Yang stres, stres ditanya 'Yang waras ngalah?' Stres hinggap di mana-mana.

Berbagai cara dilakukan untuk menghindarinya. Alih-alih mencari akar masalahnya.

***

Alkisah, pada suatu hari, penulis buku fenomenal Seven Habits of Highly Effective People, Stephen Covey, memberikan mata kuliah manajemen stres. Ia memulai kuliah dengan mengangkat segelas air. Dia lalu bertanya, "Menurut Anda, berapa berat segelas air yang saya pegang?”

Mahasiswa mengeluarkan jawaban yang beraneka ragam, dari dua ratus sampai lima ratus gram. “Yang mau saya tanyakan ialah bukan masalah berat absolutnya. Namun berapa lama kita memegangnya?” Covey coba menjelaskan maksud pertanyaannya. Mahasiswa masih bingung.

"Jika saya mengangkat gelas air ini terus menerus, meski beratnya tak seberapa, lambat laun saya tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya. Anda harus memanggil ambulan buat saya." Para mahasiswa mengangguk sambil tersenyum. Mulai sedikit mengerti.

Covey melanjutkan, “Apa yang harus saya lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya kembali."

Artinya, kita harus meninggalkan beban secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu memikulnya lagi.

Kadang, stres timbul bukan karena beratnya masalah. Seringkali stres hadir karena kita menumpuk masalah, meski kecil, secara terus menerus. Akumulasi masalah melahirkan stres, bahkan depresi dalam diri. Ketika sudah menumpuk, masalah kecil pun bisa menimbulkan luapan amarah. Orang yang tidak tahu menahu pun kerap terkena getahnya: kemarahan tanpa sebab.

syukur, obat stres
Kisah inspiratif lainnya...

Peserta pelatihan sebuah lembaga konsultan SDM mengunjungi sebuah Rumah Sakit Jiwa. Mereka diajak berkeliling melihat pasien ditemani beberapa orang dokter dan perawat.

Tiba di bangsal pria, beberapa peserta melihat seorang pria yang menyendiri dan meratap sambil sayup-sayup berkata, ”Sinta, Sinta!

Peserta heran melihat ulah pria tersebut dan bertanya kepada dokter mengapa pria tersebut bersikap demikian. ”Pria itu stres karena cintanya ditolak dan ditinggal kawin oleh si Sinta,” jawab Dokter.

Peserta mengangguk tanda mengerti. Mereka melanjutkan perjalanan ke kamar lainnya. Kali ini mereka kaget lagi melihat seorang pria yang berteriak-teriak sambil memukul dinding. Peserta tambah kaget karena yang diteriakkannya nama yang sama dengan pasien sebelumnya, Sinta. Mereka bertanya ke dokter apa yang sebenarnya terjadi dengan pasien tersebut. Dokter menjawab, ”Inilah pria yang akhirnya menjadi suami Sinta!”

Setelah puas berkeliling di bangsal pria, mereka melanjutkan ke bangsal wanita. Bangsal wanita relatif sepi hingga pengunjung lebih leluasa menjenguk pasien hingga ke dalam kamar. Mereka lagi-lagi terkejut mendengar seorang wanita cantik sedang menyanyi dengan suara keras beberapa bait lagu yang diulang-ulang. Dialah Sinta yang disebut oleh kedua pasien di  bangsal pria. Si Sinta menyanyi lagu yang sama namun dengan posisi tubuh yang berubah-ubah.

Setelah agak lama menahan diri, akhirnya pengunjung tidak kuasa bertanya saat melihat Sinta menghentikan nyanyiannya, “Mengapa kamu bernyanyi dengan posisi yang berubah-ubah, terlentang dan tengkurap?” Sinta menjawab, ”Pada saat tengkurap, saya sedang menyanyikan lagu Kun Anta versi Arab, dan saat terlentang, saya lagi menyanyikan versi Indonesia-nya!”

***

Demikianlah hidup. Bila tidak pandai-pandai menyikapi suatu kondisi, semua bisa menjadi penyebab stres. Pada saat tidak punya kerja, stres mencari peluang kerja. Saat sudah punya kerja, stres mikirin posisi yang tidak naik-naik. Saat sudah punya posisi, stres tidak bisa bebas mengambil cuti. Saat sudah punya waktu luang, rupanya saat itulah berakhirnya dunia kerja alias dipecat.

Bila demikian, ternyata stres itu lahir bukan karena suatu masalah atau suatu kondisi. Tapi stres hadir bila kita salah dalam menyikapi suatu kondisi. Kita lupa bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini. Luput merayakan hidup.

Saat sibuk di dunia kerja, syukurilah bahwa ada yang punya pekerjaan tapi tidak diberi jabatan. Saat posisi stagnan, syukurilah bahwa masih banyak yang sibuk mencari kerja. Saat sibuk mencari kerja, syukurilah masih banyak yang mau kerja tapi belum lulus kuliah.

Maka bersyukurlah, rayakanlah hidup anda hari ini. Bahagia itu di sini. Demikianlah cara ampuh mengatasi stres.

3 Jurus Jitu Memanfaatkan Fitur Search di Facebook untuk Bisnis Anda

Perlahan tapi pasti, Facebook kini mulai mengintai dominasi Google di dunia search engine. Setelah Yahoo mengendur, kini tersisa Facebook yang mengintai singgasana Google?

Indikasinya jelas. Saat ini, terlihat Facebook all out melakukan perbaikan pada fitur graph search-nya. Segala kelebihan Facebook dieksploitasi. Berujung hasil pencarian yang ditampilkan betul-betul lebih personal. Seluruh status yang berkaitan dengan keyword yang kita cari tampil dengan lengkap dan utuh.

Fitur ini berupa kotak di atas halaman Facebook anda. Ketikkan keyword yang ingin anda cari. Setelah keluar hasil pencariannya, anda dapat sortir berdasarkan hubungan pertemanan, waktu dan lokasi. Ini gratis dari Facebook. Anda tidak perlu membeli tool berbayar.

mencari uang lewat facebook

Hasil pencarian lebih personal, dan original. Tinggal kita pandai-pandai mengolah ide kreatif untuk keyword yang paling banyak dicari.

'Senjata' ini sangat tergantung 'man behind the gun'. Di tangan orang yang tepat, senjata search ini akan sangat bermanfaat. Di tangan politikus, ini menjadi alat propaganda yang tangguh. Di tangan pebisnis, fitur ini membuat pesaing meringis. Di tangan sang ustadz, ini bisa menjadi alat syiar yang cepat menjadi viral.

Facebook bisa menjadi salah satu alat mencari uang lewat internet tanpa (atau minim) modal. Menarik bukan?

Bayangkan betapa dahsyatnya daya ledak fitur ini kala melihat angka pengguna aktif Facebook di tanah air yang mencapai 80 juta orang di akhir 2015. Bahkan hampir 90% pengakses internet memiliki akun Facebook. Simak data berikut:

memanfaatkan facebook untuk bisnis

Data yang lebih gurih lagi ialah pada skala global, hampir 2 triliun postingan status yang dapat dijaring oleh pengguna Facebook. Itu harta karun fitur search di Facebook. Wow!

Saya yakin, ada sebagian dari anda yang telah memanfaatkan fitur yang dirilis terbuka Oktober 2015 ini, namun saya juga yakin, ada sebagian yang belum optimal menggunakannya, bahkan belum tahu bahwa ternyata ada fitur seperti ini di Facebook.

Nah, kini bersediakah sebagian yang sudah tahu menjelaskan kepada sebagian yang lain? Jadi, saya tidak perlu melanjutkan tulisan ini... hehehe

Baiklah, tidak ada jawaban, Saya akan mengungkap jurus jitu memanfaatkan kekuatan search di Facebook yang berguna untuk karir dan bisnis anda. Berikut paparan detilnya...

1. Menjadi sumber ide dan mata air tulisan yang tak pernah kering

Dalam skala lokal bahkan global, banyak status yang lalu lalang di Facebook dapat diolah menjadi tulisan renyah. Dari Brexit, hingga arus mudik via Brebes Exit. Dari kemenangan Portugal di Piala Eropa hingga pertandingan ‘el clasico’ Persib vs Persija. Dari jual beli rumah mewah hingga jual baju bekas lebaran kemarin. Dari, dari, dari dan banyak lagi...

Beberapa blogger mengolahnya menjadi tulisan, bisa berupa reportase, opini atau feature. Kreativitas menjadi kata kuncinya. Saya menerapkan salah satunya pada tulisan mengenai idul fitri. Jika anda mau mencoba, maka ide tulisan akan mengalir tanpa pernah kering. Seperti mata air ide yang tak pernah kering. Buktikan!

2. Tempat jual beli terbaik 

Dulu sebelum fitur ini hadir, saya kerap mencari barang yang mau dibeli (lalu dijual kembali) lewat fitur search di grup jual beli. Tapi kelemahannya, kita hanya bisa search satu persatu di grup. Bila anda bergabung lebih dari seratus grup maka bersiaplah untuk menyiapkan waktu, tenaga dan kuota yang berlimpah. Jauh dari kata efisien.

Dengan fitur search terbaru, kemudahan pun menyapa. Pencarian jadi lebih cepat dan mudah. Andapun dapat mencobanya. Adapun tips memanfaatkannya, telah saya uraikan secara detil di tulisan ini. Silakan dibuktikan!

3. Mencari kerja dan pekerja

Saya pernah mencari tim (baca: pegawai) lewat iklan baris di koran. Karena keterbatasan ruang dan menghemat biaya iklan. Banyak informasi penting yang tidak ditulis di iklan tersebut. Alhasil, dari segelintir pelamar, tak ada satupun yang sesuai kriteria. Ratusan ribu melayang nihil. Namun, saat beriklan (gratis) di beberapa grup lowongan kerja, saya mendapat pelamar lebih dari cukup.

Untuk para pencari kerja, saya pernah menuliskan rahasia kreatifnya di sini. Terbukti!

Dari ketiga jurus “power of search engine” di Facebook itu, saya yakin bila anda praktekkan satu persatu maka tidak hanya pertemanan yang bertambah, namun kocek anda juga akan menebal. Berani membuktikannya?

Bisnis Membesar; Pemerintah yang Untung, Pengusaha Beruntung

Dunia bisnis, kecil atau pun besar, menjadi begitu bergairah akhir-akhir ini. Pemerintah konsern menggodok program yang menunjukkan keberpihakan terhadap pelaku bisnis.

Yang kecil dikasih cemilan kredit murah bank melalui KUR mikro—dengan bunga single digit. (terakhir, saat nabung di Bank Mandiri sy ditawarkan kredit dengan bunga di bawah 5 %. Wow, lebih murah dari pinjaman saya di Telkom, yang notabene hanya mutarin dana CSR).

Yang besar, lagi coba dimanja dengan tax amnesty. Pengampunan yang bernilai ratusan trilyun rupiah.

bisnis untung

Tentu tak ada makan siang yang gratis.

Dengan berputarnya roda bisnis, diharapkan lapangan kerja tumbuh secara masif.

Dengan berputarnya bisnis, tentu diharapkan masuknya uang ke saku pemerintah melalui pajak.

Nah, untuk yang terakhir, saya kira perlu rembukan yang agak mendalam. Di titik mana, pelaku bisnis dapat dikenai pajak. Sejauh mana, zakat atau sedekah yang dikeluarkan dapat menjadi pengganti atau paling tidak menjadi pengurang pajak. Agar pajak bukan menjadi alat palak resmi.

Jika sudah ketemu titiknya, silakan go show.

Tentu, Presiden Jokowi yang berlatar pengusaha sudah memikirkan soal dan jawaban mengenai lika liku bisnis di Indonesia. Empati yang kritis dari Mr. President diharapkan menjadi bola salju perbaikan ekonomi bangsa.

Agar bisnis menciptakan keadilan, bukan kesenjangan. Agar bisnis menumbuhkan persatuan, bukan perpecahan. Dan yang pasti, agar bisnis memiliki nilai, bukan sekedar untung-rugi.

Kunci Sukses: Fokus dalam Bisnis

Adakah bisnis yang sukses besar tanpa fokus? Agak sulit menjawabnya. Bila kita minta bantuan Forbes, maka gelengan jawabannya.

Nyaris top 10 pebisnis terkaya di dunia, fokus pada satu unit bisnis yang mengantarkannya di singgasana. Tak beralih meloncat ke bisnis lainnya seumur hidup mereka. Kalau pun berpaling, biasanya untuk menitipkan ‘uang kecil’. Bila perlu sebut sebuah nama, sosok yang tak lain tak bukan bertahan terus di puncak kampiun, mungkin hingga akhir hayatnya, Bill Gates.

Coba anda sebut nama lainnya? Saya pastikan nyaris tak ada nama yang bisa menjadi trilyuner dengan ilmu kutu loncat. Tahun 2013, menjadi sosok terkaya dari bidang tambang, tahun 2014 di bidang telekomunikasi, tahun 2015 di bidang kuliner. Mungkin ada. Kemungkinan besar tidak.

Di tingkat lokal pun demikian. Agar tidak mengulang menulis hal serupa. Anda bisa baca di Rahasia Bisnis yang Terlupakan: Fokus.

Bagaimana dengan kita?

Anda yang masih bingung di usia yang merangkak naik. Pegawai atau pengusaha. Putuskan segera. Bila sudah memutuskan, pegang erat. Bila tidak bisa mengerjakan apa yang dicintai, setidaknya cintai apa yang anda kerjakan. Cintai bisnis anda, selama masih ada profit di kandung badan.
tips bisnis

Bila sudah menemukan bisnis yang dicintai, pasang kacamata kuda. FOKUS!

Tak ada bisnis yang besar dalam semalam. Maestro lahir dari rutinitas 10 ribu jam. Kupu-kupu bermetamorfosa dari kepompong yang jauh dari kata indah dengan susah payah. Bahkan banyak kepompong yang tidak sempat menjadi kupu-kupu. Keris terukir indah lewat tempaan panas. Makin panas, makin mudah ditempa, makin indah bentuknya.

Jangan berharap bisnis sebesar pemilik Alibaba, Jack Ma, bilamana kesulitan menyapa, anda hanya merengek memanggil mama.

Bagaimana dengan saya?

Ya, sama saja. Saya sama dengan kita. Saya adalah kita. Kadang melihat rumput tetangga lebih hijau, kita ingin juga mencicipnya. Setelah dikecap, ternyata tak seenak yang dipandang. Rumput hijau itu hanya sekedar rumput yang tentu tak lebih enak dari rendang yang terhidang di depan mata.

Setelah mencoba mencicipi beberapa rumput hijau tetangga: toko pakaian, kuliner, sablon, dll, saya akhirnya menyerah. Tak mudah menjadi superman di semua bisnis. Bisa menang di tiap bisnis. Siapapun lawannya.

Saya merunduk khilaf.
“Dalam dunia bisnis, setiap orang dibayar dalam dua koin; koin pertama itu adalah uang tunai, dan koin kedua adalah pengalaman. Ambillah pengalaman terlebih dahulu; uang tunai akan datang menyusul.” (Harold Geneen)
Saya sendiri akhirnya menguntai benang merah bisnis saya yang bertahan: warnet, konsultan IT, properti, penerbitan, dll. Semua muaranya berhubungan dengan laptop dan internet. Di rentang 70-80% lingkupnya. Entah di aspek produksi atau marketingnya. Apakah ini masih dinamakan fokus? Entahlah.

Akhirnya bisnis itu merupakan suatu cara kita bersyukur menikmati setiap inci nikmat Ilahi. Bisnis yang membuat bahagia dan merdeka. Bisnis yang menjadi sajadah panjang kita. Tak perlu ada alasan rumit untuk menjalaninya.

Bagaimana dengan bisnis anda?

Terorisme itu Mandul di Negeri Makmur. Di Indonesia?

Di Jakarta, Thamrin diteror. Di Kalimantan Barat, Gafatar meledak. Virus ketakutan dan kebencian menyebar. Tentu tak mudah mengatakan ini sekedar pengalihan isu. Sebuah upaya mudah bin remeh menjauh dari solusi. Bila pun benar, sedih rasanya bila ada seorang dalang pengalihan isu yang melibatkan ribuan nyawa manusia.

***

Cerita di akhir 2015 yang ditulis di bulan dua 2016. Di sebuah kota bernama Balikpapan, kota di Timur Kalimantan yang berkali-kali didapuk sebagai salah satu kota terkaya di Indonesia, bersanding dengan Bontang, Tarakan, dan Mimika.

Paradoks kota kaya di Indonesia: sumber daya alam melimpah tapi tak bergaung di tanahnya sendiri. Maksudnya begini, siapa pun tahu, Kalimantan Timur ini merupakan penghasil energi nomor wahid di Indonesia. Batubara, minyak bumi Indonesia, bahkan dunia, diangkut dari sini. Tapi apa lacur, seluruh kekayaan itu tak dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat.

Contoh nyatanya, saat hendak membeli buah tangan di Pasar Sayur berjejer rapi genset di depan toko. Amboy, rupanya cerita pemadaman listrik itu merupakan makanan rutin penduduk di sana (di Pontianak juga sih). Bahkan di hotel yang kami tumpangi tak luput dari pemadaman. 3 kali sehari genset bekerja menggantikan asupan listrik dari PLN.

Tikus mati di lumbung padi. Ironi, paradoks, anomali, entah apa lagi sebutan lain yang layak diucapkan.

Kesenjangan ekonomi dan mismanajemen bangsa terlihat terang di sini, di Kalimantan Timur.

Nah, di kota inilah digelar saya menerima pemahaman lain tentang TERORISME. Di kota inilah Terorisme, meski ada, namun keberadaannya kerap tak disadari sebagian kalangan. Bahkan sebagian lainnya tak terlalu mempercayainya. Ada yang berdalih pengalihan isu, pembungkaman aktifis Islam bahkan memberangus syariah Islam kerap terlontar dari segelintir media Islam.

Faktanya, salah satu mantan pelaku terorisme mengatakan, persenjataan mereka biasanya disuplai di perairan daerah ini. Nah!

***

DUAAARRR!
Ratusan orang menjadi korban. Jutaan orang penuh syakwasangka mungkin cukup untuk menggambarkan betapa masifnya gerakan terorisme di Indonesia.

Setelah itu, apa yang kita lakukan?

Belajar dari pengalaman Individu, penting melibatkan beberapa pihak untuk menanggulangi extrimisme terorisme. Pihak-pihak tersebut adalah:

Mantan kombatan/pelaku
Mereka penting karena mereka punya otoritas untuk bicara tentang sejarah pergerakan juga bicara bahaya pemikiran dan pemahaman para teroris.

Pihak LSM terutama LSM para korban.
Mereka adalah korban tak berdosa dari aksi kekerasan. Para korban terbukti efektif memberikan kesadaran. Ini diakui oleh Ali Fauzi, salah satu mantan teroris yang merupakan adik terpidana mati Amrozi.

Pendidikan dan Intervensi Pemerintah
Pendidikan buat para kombatan sangat penting karena bisa meluaskan daya pikir kritis serta menghilangkan kekakuan berfikir. Dan pemerintah, melalui berbagai institusi dan sumber daya-dana bisa punya peran penting dalam mencegah dan menangani ekstremisme.

Seni dan budaya
Menarik menyimak tesa Imam Malik saat menjadi pembicara workshop BNPT di Kaltim. Ia mengatakan, bila di sebuah masjid masih ada pemuda yang berlatih gambus dsb, yakinlah tidak ada bau terorisme di situ. “Dengan Ilmu hidup menjadi Mudah, dengan Seni hidup menjadi Indah, dengan Agama hidup menjadi Terarah." Saya mengamini hal ini.

Rekan-rekan penggiat kedamaian di Kalbar bersama Ali Fauzi

***

Akhirnya sebaik-baiknya pendekatan adalah pendekatan ekonomi, ekonomi yang berkeadilan. Di mana, pengusaha bebas berbisnis, dhuafa bebas lapar dan dahaga.

Sang teladan bertutur, “Sesungguhnya kefakiran sungguh dekat dengan kekufuran.” Dalam konteks terorisme, mereka mengkufuri ni’mat hidup, sehingga memilih jalan kefakiran semangat hidup, kematian. Dengan doktrin yang seolah suci mereka mengakhiri hidupnya, dan hidup korban tak berdosa, dengan begitu mudah.

Solusinya tak lain, negara harus segera memberikan ruang seluas-luasnya untuk menyejahterakan masyarakatnya. Bagian kita, beri kesempatan pemerintah bekerja. Asal amanah kita amini. Bila ingkar, kita bisa bertengkar verbal. Tak ada ceritanya, sebuah negara makmur akan tumbuh subur ide-ide terorisme. Terorisme mandul di negeri makmur. Di negara mayoritas muslim ini, kesejahteraan hidup yang rendah dan kesenjangan ekonomi yang tinggi menjadi pupuk terbaik bagi terorisme tumbuh berbiak.

Semua pihak harus menjadi perekat optimisme sebagai bangsa. Kita bisa menyelesaikan ini semua. Umat Islam mampu menjadi rahmatan lil alamin, Bersama yang lain.

Dijual Rumah Idaman di Kubu Raya dan Kapling Pontianak

Nulis lagi. Kali ini tidak jauh-jauh dari properti. Tapi mungkin lebih hardselling ya. Saya ingin menawarkan properti: rumah dan tanah kapling. Tangan pertama,dari saya langsung. Jadi bisa nego keras. Rinciannya seperti di bawah.

rumah murah pontianak

Saya juga menawarkan kaplingan murah di lokasi berkembang Sekunder C Kubu Raya. Tanah Kapling dengan Harga Terjangkau di KUBU RAYA. Ukuran kapling 10 x 18 m terletak di lokasi strategis:

- 20 menit dari bandara Supadio.

- Dekat dengan pusat perkantoran di Kubu Raya (Kantor Bupati, SAMSAT, Manggala Agni, dll)

- Dekat dengan pusat pendidikan (SMP, MAN, dll)

- Pembangunan Kota Terpadu Mandiri Kubu Raya dan akses langsung Jalan Ayani 3.

Investasi TANAH KAPLING dengan Harga TERJANGKAU di lokasi yang STRATEGIS. Bisa Cash Tempo atau Cicilan layaknya menabung. 500 ribu/bulan.

Untuk survey, info dan kerjasama properti, rumah murah dan kapling di Kubu Raya dan Pontianak, silahkan hubungi: 0813 4524 2799 atau datang langsung ke kantor Harmony Raya Land, Jl. Panglima Aim no. 102 Pontianak

Solusi Investasi Anda. Harga Naik Setiap Tahun. Bahkan Setiap Bulan!

Pesan Sekarang, dapatkan Tanah Kapling dengan Harga Terjangkau di KUBU RAYA.

Tanah kapling, solusi investasi Anda.

Selain itu, saya juga menawarkan lokasi kapling di kota Pontianak, tanah strategis di Jalan Perdana mungkin bisa jadi pilihan anda. Letak tanahnya bisa dilihat di sini.

Info lokasi lainnya bisa kontak saya di 0813 4524 2799. Untuk marketing, selalu ada fee yang memikat. Silakan kontak saya sekarang juga!

Mau Berlangganan Postingan Hangat? Isi Email Anda