Peluang Bisnis: Menguak Rahasia Bisnis Impor dari A-Z

Bisnis ekspor impor? Menjadi importir? Wuih, frase ini menjadi suatu yang mewah beberapa dekade yang lalu. Tak terbayang menjadi seorang importir di benak, terlintaspun enggan.

Menjadi seorang importir berarti harus siap dengan tetek bengek perijinan dan lembaran amplop di balik meja. Belum lagi modal milyaran yang bikin kantong nyut-nyutan.

Benarkah demikian?

Dulu, mungkin iya.

Pikiran saya mulai terbuka saat mengikuti pelatihan impor beberapa waktu lalu. Meski pelatihannya sudah relatif lama, tapi saya merasa ilmunya masih relevan dan bermanfaat.

Kata impor mungkin akrab dengan kita bila dikaitkan dengan sapi, gula, beras, atau berkait dengan kebutuhan pokok lainnya.

Tapi, tahukah anda, hampir sebagian besar kebutuhan rumah tangga kita itu produk impor? Bahkan cangkul pun impor. Sungguh!

Lho, berarti dengan mengimpor kita memberi makan negara lain dong? Devisa terkuras keluar? Tidak nasionalis?

Benar, kalo kita berhenti berpikir sampai di situ.

Tapi bila kita mau berpikir lebih dalam, maka dengan banyaknya importir maka harga semakin kompetitif, tidak ada monopoli dari pemilik modal dan bila pemerintah mau, ya ini domain pemerintah, maka akan terjadi transfer knowledge, yang bahasa kerennya curi ilmu.

Ya, negara Jepang dan China sebelum menjadi negara produsen di dunia, mereka menjadi pencontek yang baik. Setelah menduplikasi mereka menyempurnakan produknya. Sekarang, bahkan Apple pun diproduksi di China.

Ya, ya, ya. Tapi darimana saya harus memulainya?

Tentu, meski kini proses impor tidak terlalu rumit, tapi bila anda terjun tanpa ilmu, maka seolah anda berperang tanpa senjata. Kematian mengintai seketika. Kebangkrutan bisa menyapa sekejap mata.

belajar bisnis impor

Kali ini, saya akan sharing peluang bisnis impor, menguak rahasianya dari A hingga Z.

Anda pernah melihat di tv produk yang dijual dengan banyak kata HANYA, dan harga ujungnya banyak angka 99999.

Tahukah anda strategi bisnis ini?

Nah, di sinilah otak dan insting bisnis mendapat tempat. Saya mendapat kisah ini dari seorang importir kawakan.

Ada suatu produk "HANYA" yang dijual di TV senilai 1 jutaan. Pena al quran digital, tepatnya. Marketnya besar. Sangat besar malah kalau ukurannya tanah air.

Tanpa berpikir panjang, sang importir ini membawa contoh produk ke China. Dia menantang pabrik di China untuk membuat produk serupa tapi harga lebih murah. Dengan bumbu potensi pasar, kontinuitas penjualan. Akhirnya, nego deal. Barang dibuat dan keluarlah harga... tebak berapa harganya?

200 ribuan. Wow. Seperlima dari harga pasar.

Seni selanjutnya, setelah produksi beres adalah penjualan. Bagaimana menjual ribuan unit dengan nominal milyaran rupiah tersebut?

Karena otak kanan-kiri sudah tajam terasah. Maka tak terlalu sulit sang importir ini untuk memasarkan ribuan unit perbulan.

Gimana caranya?

Pasukan penjualan dibentuk dan siap bergerilya. Ia menjual produk tersebut dengan direct selling. Ditambah bisa dibeli secara kredit.

Bukankah tambah rumit, sudah menjual, menagih pula? Mungkin itu bayangan kita. Tapi dia berpikir sederhana: harga produk sama dengan di TV, 1 jutaan, tapi bisa dikredit. Tentu tawaran ini memikat. Pembeli mana yang tidak kepincut.

Resiko jual kredit: konsumen kabur atau tidak mampu bayar cicilan berikutnya.

Solusinya: Pembayaran pertama 500 ribu sisanya bisa dicicil perbulan. Nah, sekali bayar saja sudah impas bin untung. Berikutnya, bila tagihan macet, ikhlaskan saja. Cerdas dan cadas!

Itu untuk pemain besar, yang siap menggelontorkan M-M-an di pasar impor. Kalo untuk pemain baru, anda bisa coba di marketplace Jack Ma, Alibaba dan Aliexpress. Kalo bisa diibaratkan, Alibaba itu seperti OLX-nya distributor di China sedangkan Aliexpress itu seperti Tokopedia atau Bukalapak.

Lebih aman mana? Aliexpress tentunya. Lebih untung mana? Alibaba dong. High risk. High rizk.

Menurut pengalaman saya, keuntungan yang didapat dari mengimpor langsung barang dari China bisa 3 hingga 5 kali lipat.

Contoh: Saya membeli mobil listrik untuk anak senilai 1,3 juta di toko mainan. Tahukah anda, berapa harga sebenarnya di China? Simak jawabannya di bawah...

bisnis impor china

Ya, saya membelinya sebelum ikut pelatihan impor. Setelah pelatihan, iseng-iseng saya mengecek motor listrik untuk anak yang telah saya beli. Wah, tak sampai 400 ribu rupiah harganya.

Ada beberapa item yang saya beli dari China untuk stok toko komputer seperti Flash disk OTG, dll. Harganya cukup bersaing, karena bebas ongkos kirim. Banyak toko di Aliexpress yang meniadakan ongkos kirim. Cuman pengirimannya agak lambat, kurang lebih 1 bulan.

Untuk anda yang serius berbisnis online dan ingin terjun menjadi pedagang “tangan pertama”, tidak sekedar dropshipper atau ngambil dari agen lagi. Anda bisa mencoba mengambil langsung barang dari China. Kuncinya, cari barang yang sedang dan akan tren. Insya Allah laku, uang cepat mutar.

Riset produknya bisa dari kaskus, tokopedia atau marketplace luar. Jualannya bisa di Facebook (atau FB ads), toko offline atau direct selling. Banyak tool berbayar yang ditawarkan untuk mengotomasi bisnis online anda.

Lumayankan modal 200 ribuan bisa untung 1 jutaan per produk. 5 kali lipat!

Bagi anda yang mau jalan pintas dan tidak mau melewati fase trial and error yang panjang, anda bisa belajar panduan impor dari 2 sumber ini.

1. DVD Easy Import From China & Buku Bisnis Online Revolution
Kalau Anda ingin memiliki sebuah usaha baik online ataupun offline yang nantinya akan jadi sumber penghasilan yang menggiurkan, modal Minimal profit Maksimal, maka Anda cocok banget untuk menonton Dvd ini.

Karena Setelah Anda Menonton DVD Import ini, Anda bisa pelajari:
  • Bagaimana Cara Belanja Modal Minimal Tetapi Untung Maksimal!
  • Strategi Import Barang dari China Tanpa Harus datang ke China
  • Cara Memilih Supplier / Distributor yang Baik dan Benar di China
  • Strategi Melakukan Pembayaran Yang Aman dan Nyaman
  • Strategi Negosiasi dengan Supplier / Pabrik China
  • Praktek Langsung Live dari Website China Tanpa Harus Menguasai Bahasa Mandarin
  • Strategi Proteksi apabila Barang diterima Tidak sesuai dan salah pengiriman
bisnis impor pancing ikan
Kenapa Anda Wajib Membeli DVD Import ini ?
  • Dipandu oleh Praktisi Langsung bukan Teoritis
  • Step by step Bagaimana Caranya Langsung Anda Belanja Produk Pertama Anda
  • Biaya Jauh Lebih MURAH daripada Anda Mengikuti Workshop
  • Ekslusif Ada Mentoring di Grup Facebook
  • Garansi 100% Langsung Bisa IMPORT!
Dan, yang menarik BONUS-nya bikin niat take action langsung menguat:

  • Buku Bisnis Online Revolution yang akan terbit di Toko Buku Gramedia Senilai Rp. 65.000,-
  • Mentoring Grup di Facebook Senilai Rp. 3.000.000,-
  • Seminar 1 Hari Digital Marketing Class oleh Saya, Pak Alex Iskandar dan Pak Yeheskiel Zebua Senilai Rp. 974.000,-
  • Voucher Diskon Join IMS Community Member Senilai Rp. 500.000,-
  • Tools dan Software Pendukung Senilai Rp. 3.500.000,-
  • Voucher Diskon Kelas Export Senilai Rp. 1.750.000,- (bulan Mei)
  • TOTAL BONUS SENILAI Rp. 9.204.000,- FREE ONGKIR KE SELURUH INDONESIA, ANDA CUKUP TERIMA DI TEMPAT!

Alhasil, DVD ini akan berisi banyak strategi, mindset, tips, dan teknik yang mudah untuk Anda praktikkan langsung di lapangan (dalam bisnis Anda)....

Tanpa perlu panjang lebar lagi, Anda bisa order melalui link berikut ini Rahasia Cara Mudah Menjadi Importir

Nah, bila anda bukanlah newbie dalam bisnis online atau setidaknya pernah jual beli online, produk sendiri atau sebagai dropshipper, anda mungkin lebih cocok untuk membeli produk e-book ini:

2. Import Barang Dari China (e-book)
Ada beberapa informasi rahasia yang diungkap dalam e-book ini yaitu :
  • Cara mengimport barang dari china di bawah 1 juta bahkan tanpa modal sekalipun
  • Mendapatkan harga termurah dari biaya pengiriman
  • Membayar hanya Sepersepuluh dari biaya pajak bea cukai
  • Informasi situs website yang dikelola pemerintah china dan didalamnya ada lebih 10.000 toko resmi
  • Proses secara detail dari pemilihan produk sampai pengiriman barang ke tangan anda  
Anda berminat terjun ke bisnis impor, dapatkan ilmu langsung dari praktisinya di sini Import dari China Modal Di bawah 1 Juta atau Tanpa Modal Sekalipun

Bila anda sudah membeli melalui link di atas, silakan kirim bukti transaksi ke WA saya di 0813 4524 2799, saya akan membuat Whats App atau Facebook group untuk sharing seputar bisnis online-offline yang menghasilkan, berdasar pengalaman saya sendiri atau sharing rekan lainnya.

Selamat berbisnis. Salam berkah berlimpah!

Peluang Bisnis Properti yang Menguntungkan dan Menggerakkan

bisnis properti rumah tanah Pontianak dan Kalimantan Barat

Anda mungkin tersangkut di blog ini melalui share Facebook. Sebagian sudah kenal saya, namun saya yakin, sebagian besar lainnya mungkin belum kenal. Tak kenal, maka kenalan...

Setelah hampir 12 tahun ngeblog, lebih dari satu dasawarsa berwirausaha, saya belum pernah mengkompilasikan tulisan dalam satu bundel. Ibarat album musik, biasanya setelah 4 album maka album kelima biasanya berisikan best of dari sang musisi. Koes Plus, Dewa, dan The Beatles misalnya.

Terlalu luas mungkin, bila saya mengumpulkan tulisan dari berbagai topik dan minat. Dari politik, ekonomi, pendidikan, hukum, dsb. Tapi tenang saja, tulisan terpopuler beragam topik dapat anda baca di sidebar samping kanan (desktop) atau di bagian bawah (mobile). Dua tema besar yang menjadi daya pikat pembaca: Politik dan Bisnis.

Kita tinggalkan sejenak hiruk pikuk politik nasional. Sekarang, tibalah saatnya mengumpulkan beberapa tulisan terserak tentang bisnis, ya tentu saja bisnis properti. Semoga bisa menggairahkan dan menggerakkan niat wirausaha. Kita bisa belajar sekaligus berbisnis sama-sama. Meraih berkah berjamaah.

jual beli rumah

Berikut rekam jejak yang saya tulis seputar bisnis properti—rumah dan tanah kavling—yang bisa anda baca:


Pada satu kesempatan, ada seorang kepala daerah yang saya tahu banyak aset propertinya, menyarankan anaknya untuk tidak menjadi pegawai. "Daripada jadi pegawai, lebih baik bisnis properti," ingatnya. Penjualan 1 unit properti, katanya, sama dengan gaji pegawai 1 tahun.

Demikianlah adanya bisnis ini.

***

Singkatnya, saya membuka diri untuk menggerakkan 3 pihak: Pemilik Lahan, Pemilik Modal, Pemilik Skil, bekerjasama membangun bisnis properti. Dalam bentuk KAVLING tanah atau membangun PERUMAHAN. Tentu dengan skema bagi hasil yang menguntungkan semua pihak.

Bila anda Pemilik Lahan, saya mencari lahan dengan kriteria sbb:
  1. Sudah bersertifikat dan tak sedang diagunkan.
  2. Status lahan pekarangan (bukan pertanian).
  3. Akses (rencana) jalan minimal lebar 5 m.
  4. Sebaiknya tak jauh dari lokasi ada kaplingan/perumahan untuk dilakukan perbandingan harga dan analisa pasar.
  5. Pemilik tanah tunggal (tidak dalam pengurusan waris dsb).
  6. Siap bagi bangun atau pembayaran cash tempo bertahap 1-3 tahun (tergantung luas dan lokasi).
Bila anda Pemilik Modal, saya akan merincikan kebutuhan dana dan profit sharing sesuai lokasi dan tipe rumah. Sebagai gambaran kasar, dana yang dibutuhkan minimal 500 juta.

Pemilik Skil. Insya Allah saya bersama tim (Developer dan Marketing) siap bekerjasama membangun bisnis properti yang menguntungkan dan jangka panjang.

Semua kerjasama diikat dalam perjanjian di notaris.

Bila anda berminat, atau ingin tahu lebih dalam, silakan kontak saya via e-mail: yaser25@gmail.com, WhatsApp atau telpon: 0813 4524 2799. Insya Allah ke depannya, akan ada grup khusus untuk mengakomodir jejaring ini. Dan yang pasti, pintu toko saya terbuka 25 jam untuk kehadiran anda.

Salam berkah berlimpah.

*note: Bisnis properti bukanlah bisnis instan. Bila anda ingin hasil yang cepat dan segera, maaf mungkin bisnis ini tidak cocok bagi anda.

Contoh Desain Rumah Idaman Minimalis tipe 45 Terbaru

Simpanlah ilmu dengan mendigitalkannya. Ya, hampir semua referensi yang saya butuhkan, saya simpan di google. Dari nomer kontak HP, file penting atau referensi pekerjaan yang biasanya saya tulis ulang di blog ini. Tak terkecuali referensi desain rumah idaman minimalis dan mewah berbagai tipe: 45 dan 60 ke atas, untuk proyek properti saya berikutnya. Sebagian rahasia saya ada di tangan google.

Desain minimalis di sini tentu tidak asal minimalis, tapi pastinya disesuaikan dengan kebutuhan. Berdasarkan pengalaman, sebelum membangun rumah, konsumen harus didapatkan dahulu. Minimal keseriusan ditunjukkan dengan DP. Setelah itu, saya berdiskusi menyesuaikan selera dan kebutuhan konsumen. Selain demi kepuasan konsumen, membangun rumah setelah mendapat konsumen juga meminimalisir kerugian. Banyak rekan developer yang gugur. Berpuluh-puluh unit rumah dibangun, konsumen tak kunjung datang. Akhirnya, perumahan mangkrak. Tagihan bank bertubi-tubi. Jual aset menjadi pilihan. Duh.

Berkaitan dengan selera, konsumen bujang tentu kebutuhannya beda dengan yang berkeluarga; konsumen pekerja tentu beda dengan pengusaha. Konsumen KPR tentu beda dengan yang cash. Intinya, beda profesi-status sosial-usia maka biasanya beda pula desain dan denah rumahnya. Lain padang, lain ilalang.

Tanpa berpanjang lebar, berikut desain rumah minimalis yang menurut saya layak jual, layak beli, dan layak menjadi referensi anda saat membangun rumah.

tipe 45
Dengan atap limas, desain terkesan mewah. Salah satu rekomendasi buat para developer dalam membangun rumah minimalis mewah
Atap yang terekspos sempurna, dan memaksimalkan halaman samping untuk parkir menjadi daya tariknya.

Model rumah yang banyak diadopsi dan dimodifikasi oleh developer

Salah satu referensi saat membangun kluster perumahan mewah.

rumah minimalis kubu raya
Masih hangat, rumah tipe 48 di Kubu Raya. Alhamdulillah, sold out.
Untuk pemasaran via sosial media, anda bisa menyimak tulisan saya berikut: 3 Jurus Jitu Memanfaatkan Fitur Search di Facebook untuk Bisnis Anda

Masih banyak referensi desain rumah minimalis yang mau saya bagi di kesempatan berikutnya. Untuk itu, ikuti terus blog ini, dapatkan update-nya via e-mail melalui form di bawah atau tandai dengan me-like Facebook ini. Yang minat lebih serius, bisa langsung ke halaman kontak atau berkomentar di bawah.

Tabik.

Cara Ampuh Mengatasi Stres: Bersyukurlah!

Stres, stres dan stres. Kata-kata yang demikian akrab dalam kehidupan masyarakat kota. Begitu tenar namanya namun tidak semua orang mau menerima kehadirannya. Bahkan nyaris semua orang ingin menjauhinya.

Mau buktinya? Yang paling dekat ialah saat mudik lalu; Yang masih bujang, stres saat ditanya 'kapan nikah?' Yang lagi sibuk memburu lowongan kerja, stres ditanya 'kerja di mana?' Yang berkuliah, stres ditanya 'kapan wisuda?' Yang stres, stres ditanya 'Yang waras ngalah?' Stres hinggap di mana-mana.

Berbagai cara dilakukan untuk menghindarinya. Alih-alih mencari akar masalahnya.

***

Alkisah, pada suatu hari, penulis buku fenomenal Seven Habits of Highly Effective People, Stephen Covey, memberikan mata kuliah manajemen stres. Ia memulai kuliah dengan mengangkat segelas air. Dia lalu bertanya, "Menurut Anda, berapa berat segelas air yang saya pegang?”

Mahasiswa mengeluarkan jawaban yang beraneka ragam, dari dua ratus sampai lima ratus gram. “Yang mau saya tanyakan ialah bukan masalah berat absolutnya. Namun berapa lama kita memegangnya?” Covey coba menjelaskan maksud pertanyaannya. Mahasiswa masih bingung.

"Jika saya mengangkat gelas air ini terus menerus, meski beratnya tak seberapa, lambat laun saya tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya. Anda harus memanggil ambulan buat saya." Para mahasiswa mengangguk sambil tersenyum. Mulai sedikit mengerti.

Covey melanjutkan, “Apa yang harus saya lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya kembali."

Artinya, kita harus meninggalkan beban secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu memikulnya lagi.

Kadang, stres timbul bukan karena beratnya masalah. Seringkali stres hadir karena kita menumpuk masalah, meski kecil, secara terus menerus. Akumulasi masalah melahirkan stres, bahkan depresi dalam diri. Ketika sudah menumpuk, masalah kecil pun bisa menimbulkan luapan amarah. Orang yang tidak tahu menahu pun kerap terkena getahnya: kemarahan tanpa sebab.

syukur, obat stres
Kisah inspiratif lainnya...

Peserta pelatihan sebuah lembaga konsultan SDM mengunjungi sebuah Rumah Sakit Jiwa. Mereka diajak berkeliling melihat pasien ditemani beberapa orang dokter dan perawat.

Tiba di bangsal pria, beberapa peserta melihat seorang pria yang menyendiri dan meratap sambil sayup-sayup berkata, ”Sinta, Sinta!

Peserta heran melihat ulah pria tersebut dan bertanya kepada dokter mengapa pria tersebut bersikap demikian. ”Pria itu stres karena cintanya ditolak dan ditinggal kawin oleh si Sinta,” jawab Dokter.

Peserta mengangguk tanda mengerti. Mereka melanjutkan perjalanan ke kamar lainnya. Kali ini mereka kaget lagi melihat seorang pria yang berteriak-teriak sambil memukul dinding. Peserta tambah kaget karena yang diteriakkannya nama yang sama dengan pasien sebelumnya, Sinta. Mereka bertanya ke dokter apa yang sebenarnya terjadi dengan pasien tersebut. Dokter menjawab, ”Inilah pria yang akhirnya menjadi suami Sinta!”

Setelah puas berkeliling di bangsal pria, mereka melanjutkan ke bangsal wanita. Bangsal wanita relatif sepi hingga pengunjung lebih leluasa menjenguk pasien hingga ke dalam kamar. Mereka lagi-lagi terkejut mendengar seorang wanita cantik sedang menyanyi dengan suara keras beberapa bait lagu yang diulang-ulang. Dialah Sinta yang disebut oleh kedua pasien di  bangsal pria. Si Sinta menyanyi lagu yang sama namun dengan posisi tubuh yang berubah-ubah.

Setelah agak lama menahan diri, akhirnya pengunjung tidak kuasa bertanya saat melihat Sinta menghentikan nyanyiannya, “Mengapa kamu bernyanyi dengan posisi yang berubah-ubah, terlentang dan tengkurap?” Sinta menjawab, ”Pada saat tengkurap, saya sedang menyanyikan lagu Kun Anta versi Arab, dan saat terlentang, saya lagi menyanyikan versi Indonesia-nya!”

***

Demikianlah hidup. Bila tidak pandai-pandai menyikapi suatu kondisi, semua bisa menjadi penyebab stres. Pada saat tidak punya kerja, stres mencari peluang kerja. Saat sudah punya kerja, stres mikirin posisi yang tidak naik-naik. Saat sudah punya posisi, stres tidak bisa bebas mengambil cuti. Saat sudah punya waktu luang, rupanya saat itulah berakhirnya dunia kerja alias dipecat.

Bila demikian, ternyata stres itu lahir bukan karena suatu masalah atau suatu kondisi. Tapi stres hadir bila kita salah dalam menyikapi suatu kondisi. Kita lupa bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini. Luput merayakan hidup.

Saat sibuk di dunia kerja, syukurilah bahwa ada yang punya pekerjaan tapi tidak diberi jabatan. Saat posisi stagnan, syukurilah bahwa masih banyak yang sibuk mencari kerja. Saat sibuk mencari kerja, syukurilah masih banyak yang mau kerja tapi belum lulus kuliah.

Maka bersyukurlah, rayakanlah hidup anda hari ini. Bahagia itu di sini. Demikianlah cara ampuh mengatasi stres.

3 Jurus Jitu Memanfaatkan Fitur Search di Facebook untuk Bisnis Anda

Perlahan tapi pasti, Facebook kini mulai mengintai dominasi Google di dunia search engine. Setelah Yahoo mengendur, kini tersisa Facebook yang mengintai singgasana Google?

Indikasinya jelas. Saat ini, terlihat Facebook all out melakukan perbaikan pada fitur graph search-nya. Segala kelebihan Facebook dieksploitasi. Berujung hasil pencarian yang ditampilkan betul-betul lebih personal. Seluruh status yang berkaitan dengan keyword yang kita cari tampil dengan lengkap dan utuh.

Fitur ini berupa kotak di atas halaman Facebook anda. Ketikkan keyword yang ingin anda cari. Setelah keluar hasil pencariannya, anda dapat sortir berdasarkan hubungan pertemanan, waktu dan lokasi. Ini gratis dari Facebook. Anda tidak perlu membeli tool berbayar.

mencari uang lewat facebook

Hasil pencarian lebih personal, dan original. Tinggal kita pandai-pandai mengolah ide kreatif untuk keyword yang paling banyak dicari.

'Senjata' ini sangat tergantung 'man behind the gun'. Di tangan orang yang tepat, senjata search ini akan sangat bermanfaat. Di tangan politikus, ini menjadi alat propaganda yang tangguh. Di tangan pebisnis, fitur ini membuat pesaing meringis. Di tangan sang ustadz, ini bisa menjadi alat syiar yang cepat menjadi viral.

Facebook bisa menjadi salah satu alat mencari uang lewat internet tanpa (atau minim) modal. Menarik bukan?

Bayangkan betapa dahsyatnya daya ledak fitur ini kala melihat angka pengguna aktif Facebook di tanah air yang mencapai 80 juta orang di akhir 2015. Bahkan hampir 90% pengakses internet memiliki akun Facebook. Simak data berikut:

memanfaatkan facebook untuk bisnis

Data yang lebih gurih lagi ialah pada skala global, hampir 2 triliun postingan status yang dapat dijaring oleh pengguna Facebook. Itu harta karun fitur search di Facebook. Wow!

Saya yakin, ada sebagian dari anda yang telah memanfaatkan fitur yang dirilis terbuka Oktober 2015 ini, namun saya juga yakin, ada sebagian yang belum optimal menggunakannya, bahkan belum tahu bahwa ternyata ada fitur seperti ini di Facebook.

Nah, kini bersediakah sebagian yang sudah tahu menjelaskan kepada sebagian yang lain? Jadi, saya tidak perlu melanjutkan tulisan ini... hehehe

Baiklah, tidak ada jawaban, Saya akan mengungkap jurus jitu memanfaatkan kekuatan search di Facebook yang berguna untuk karir dan bisnis anda. Berikut paparan detilnya...

1. Menjadi sumber ide dan mata air tulisan yang tak pernah kering

Dalam skala lokal bahkan global, banyak status yang lalu lalang di Facebook dapat diolah menjadi tulisan renyah. Dari Brexit, hingga arus mudik via Brebes Exit. Dari kemenangan Portugal di Piala Eropa hingga pertandingan ‘el clasico’ Persib vs Persija. Dari jual beli rumah mewah hingga jual baju bekas lebaran kemarin. Dari, dari, dari dan banyak lagi...

Beberapa blogger mengolahnya menjadi tulisan, bisa berupa reportase, opini atau feature. Kreativitas menjadi kata kuncinya. Saya menerapkan salah satunya pada tulisan mengenai idul fitri. Jika anda mau mencoba, maka ide tulisan akan mengalir tanpa pernah kering. Seperti mata air ide yang tak pernah kering. Buktikan!

2. Tempat jual beli terbaik 

Dulu sebelum fitur ini hadir, saya kerap mencari barang yang mau dibeli (lalu dijual kembali) lewat fitur search di grup jual beli. Tapi kelemahannya, kita hanya bisa search satu persatu di grup. Bila anda bergabung lebih dari seratus grup maka bersiaplah untuk menyiapkan waktu, tenaga dan kuota yang berlimpah. Jauh dari kata efisien.

Dengan fitur search terbaru, kemudahan pun menyapa. Pencarian jadi lebih cepat dan mudah. Andapun dapat mencobanya. Adapun tips memanfaatkannya, telah saya uraikan secara detil di tulisan ini. Silakan dibuktikan!

3. Mencari kerja dan pekerja

Saya pernah mencari tim (baca: pegawai) lewat iklan baris di koran. Karena keterbatasan ruang dan menghemat biaya iklan. Banyak informasi penting yang tidak ditulis di iklan tersebut. Alhasil, dari segelintir pelamar, tak ada satupun yang sesuai kriteria. Ratusan ribu melayang nihil. Namun, saat beriklan (gratis) di beberapa grup lowongan kerja, saya mendapat pelamar lebih dari cukup.

Untuk para pencari kerja, saya pernah menuliskan rahasia kreatifnya di sini. Terbukti!

Dari ketiga jurus “power of search engine” di Facebook itu, saya yakin bila anda praktekkan satu persatu maka tidak hanya pertemanan yang bertambah, namun kocek anda juga akan menebal. Berani membuktikannya?

Bisnis Membesar; Pemerintah yang Untung, Pengusaha Beruntung

Dunia bisnis, kecil atau pun besar, menjadi begitu bergairah akhir-akhir ini. Pemerintah konsern menggodok program yang menunjukkan keberpihakan terhadap pelaku bisnis.

Yang kecil dikasih cemilan kredit murah bank melalui KUR mikro—dengan bunga single digit. (terakhir, saat nabung di Bank Mandiri sy ditawarkan kredit dengan bunga di bawah 5 %. Wow, lebih murah dari pinjaman saya di Telkom, yang notabene hanya mutarin dana CSR).

Yang besar, lagi coba dimanja dengan tax amnesty. Pengampunan yang bernilai ratusan trilyun rupiah.

bisnis untung

Tentu tak ada makan siang yang gratis.

Dengan berputarnya roda bisnis, diharapkan lapangan kerja tumbuh secara masif.

Dengan berputarnya bisnis, tentu diharapkan masuknya uang ke saku pemerintah melalui pajak.

Nah, untuk yang terakhir, saya kira perlu rembukan yang agak mendalam. Di titik mana, pelaku bisnis dapat dikenai pajak. Sejauh mana, zakat atau sedekah yang dikeluarkan dapat menjadi pengganti atau paling tidak menjadi pengurang pajak. Agar pajak bukan menjadi alat palak resmi.

Jika sudah ketemu titiknya, silakan go show.

Tentu, Presiden Jokowi yang berlatar pengusaha sudah memikirkan soal dan jawaban mengenai lika liku bisnis di Indonesia. Empati yang kritis dari Mr. President diharapkan menjadi bola salju perbaikan ekonomi bangsa.

Agar bisnis menciptakan keadilan, bukan kesenjangan. Agar bisnis menumbuhkan persatuan, bukan perpecahan. Dan yang pasti, agar bisnis memiliki nilai, bukan sekedar untung-rugi.

Kunci Sukses: Fokus dalam Bisnis

Adakah bisnis yang sukses besar tanpa fokus? Agak sulit menjawabnya. Bila kita minta bantuan Forbes, maka gelengan jawabannya.

Nyaris top 10 pebisnis terkaya di dunia, fokus pada satu unit bisnis yang mengantarkannya di singgasana. Tak beralih meloncat ke bisnis lainnya seumur hidup mereka. Kalau pun berpaling, biasanya untuk menitipkan ‘uang kecil’. Bila perlu sebut sebuah nama, sosok yang tak lain tak bukan bertahan terus di puncak kampiun, mungkin hingga akhir hayatnya, Bill Gates.

Coba anda sebut nama lainnya? Saya pastikan nyaris tak ada nama yang bisa menjadi trilyuner dengan ilmu kutu loncat. Tahun 2013, menjadi sosok terkaya dari bidang tambang, tahun 2014 di bidang telekomunikasi, tahun 2015 di bidang kuliner. Mungkin ada. Kemungkinan besar tidak.

Di tingkat lokal pun demikian. Agar tidak mengulang menulis hal serupa. Anda bisa baca di Rahasia Bisnis yang Terlupakan: Fokus.

Bagaimana dengan kita?

Anda yang masih bingung di usia yang merangkak naik. Pegawai atau pengusaha. Putuskan segera. Bila sudah memutuskan, pegang erat. Bila tidak bisa mengerjakan apa yang dicintai, setidaknya cintai apa yang anda kerjakan. Cintai bisnis anda, selama masih ada profit di kandung badan.
tips bisnis

Bila sudah menemukan bisnis yang dicintai, pasang kacamata kuda. FOKUS!

Tak ada bisnis yang besar dalam semalam. Maestro lahir dari rutinitas 10 ribu jam. Kupu-kupu bermetamorfosa dari kepompong yang jauh dari kata indah dengan susah payah. Bahkan banyak kepompong yang tidak sempat menjadi kupu-kupu. Keris terukir indah lewat tempaan panas. Makin panas, makin mudah ditempa, makin indah bentuknya.

Jangan berharap bisnis sebesar pemilik Alibaba, Jack Ma, bilamana kesulitan menyapa, anda hanya merengek memanggil mama.

Bagaimana dengan saya?

Ya, sama saja. Saya sama dengan kita. Saya adalah kita. Kadang melihat rumput tetangga lebih hijau, kita ingin juga mencicipnya. Setelah dikecap, ternyata tak seenak yang dipandang. Rumput hijau itu hanya sekedar rumput yang tentu tak lebih enak dari rendang yang terhidang di depan mata.

Setelah mencoba mencicipi beberapa rumput hijau tetangga: toko pakaian, kuliner, sablon, dll, saya akhirnya menyerah. Tak mudah menjadi superman di semua bisnis. Bisa menang di tiap bisnis. Siapapun lawannya.

Saya merunduk khilaf.
“Dalam dunia bisnis, setiap orang dibayar dalam dua koin; koin pertama itu adalah uang tunai, dan koin kedua adalah pengalaman. Ambillah pengalaman terlebih dahulu; uang tunai akan datang menyusul.” (Harold Geneen)
Saya sendiri akhirnya menguntai benang merah bisnis saya yang bertahan: warnet, konsultan IT, properti, penerbitan, dll. Semua muaranya berhubungan dengan laptop dan internet. Di rentang 70-80% lingkupnya. Entah di aspek produksi atau marketingnya. Apakah ini masih dinamakan fokus? Entahlah.

Akhirnya bisnis itu merupakan suatu cara kita bersyukur menikmati setiap inci nikmat Ilahi. Bisnis yang membuat bahagia dan merdeka. Bisnis yang menjadi sajadah panjang kita. Tak perlu ada alasan rumit untuk menjalaninya.

Bagaimana dengan bisnis anda?

Mau Berlangganan Postingan Hangat? Isi Email Anda