Lemparan Batu dalam Hidup? Marah atau Bersyukur

inspirasi dalam kehidupan
Pada sebuah proyek rehabilitasi skala besar, Walikota memerintahkan agar penyelesaiannya dikebut karena menyangkut kehidupan orang banyak dan dalam waktu dekat Presiden diagendakan meninjau lokasi.

Sigap dengan perintah Pak Wali, pengawas lapangan memantau pekerja yang lembur hingga malam. Dia berkeliling ke seluruh lini proyek.

Pada suatu hari, di tengah kelelahan mengawasi proyek, sang pengawas tidak menyadari beberapa langkah di depannya telah terbentang kabel listrik tegangan tinggi.

Para pekerja yang melihat itu berusaha mengingatkannya, mereka berteriak memanggil namanya. Berulang kali mereka meneriakkan namanya namun percuma, suara mereka hilang ditelan deru mesin dan alat berat proyek.

“Pletok!”

Tiba-tiba sebuah batu mendarat tepat di kepala pengawas itu. Dia mengaduh kesakitan lalu berusaha mencari siapa yang berani melempar batu tersebut.

Dia melihat seorang pekerja melambaikan tangan dan menunjuk-nunjuk ke arah kakinya. Alangkah terkejutnya pengawas itu, beberapa langkah di depannya melintang kabel yang siap merenggut nyawanya.

Seketika itu juga niatnya untuk memarahi pekerjanya, berganti rasa syukur yang teramat sangat.

***

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (Al-Baqarah: 216)

Pernahkah kita terkena "lemparan batu" (cacian, makian, kemarahan, ancaman, bahkan sanjungan sekalipun) dalam hidup ini? Disadari atau tidak, lemparan batu itu sering kali menyelamatkan kita dari bahaya yang lebih besar, seperti kisah inspiratif di atas. Bahkan tak jarang karena lemparan batu itu kita terpacu untuk bekerja lebih optimal. Karena sadar ada "sesuatu" di balik lemparan batu.

Seringnya dilempar sindiran. Thomas Edison memutuskan keluar dari sekolah dan belajar dari rumah. Alhasil, hampir seribu penemuan baru dihasilkannya.

Bill Gates ditertawakan rekannya saat mengeluarkan rencana bisnis: membumikan komputer di muka bumi. Kini, dia orang terkaya nomor wahid di muka bumi.

Soicihiro Honda mengalami “lemparan batu” beruntun berupa penolakan dan hinaan. Saat ini, orang mengenalnya sebagai pendiri kerajaan otomotif raksasa dengan nama dirinya.

Karena “lemparan batu” itulah nama-nama seperti Abraham Lincoln, Walt Disney, Newton, Oprah Winfrey, Michael Jordan dan nama-nama besar lainnya, harum namanya hingga kini. Pertanyaannya, pernahkah dan beranikah kita menerima “lemparan batu” dalam bisnis dan kehidupan?