Yuk, Mulai Berbisnis Properti dari Tanah Kavling

Tak terasa bisnis tanah kavlingan saya sudah memasuki tahap yang kedua. Tanah kavlingan pertama—24 kavling—ludes dalam tempo 2 bulan. Alhamdulillah...

Saya berterima kasih pada rasa jenuh, pada naik turunnya bisnis; Karena dengannyalah saya menggeliat, menarik urat bisnis dan memutar otak kiri-kanan guna menambah keranjang bisnis lain. Sebagai obat keluar dari rutinitas juga, ditambah perhitungan yang matang, dapat menjadi income lainnya.

Setelah bergelut dalam bisnis yang berbau komputer (warnet, toko komputer dan software development) selama hampir satu dekade, saya kerap over menikmati zona nyaman naik-turunnya bisnis. Alih-alih mensiasatinya, dalam setahun saya menikmati periode "turunnya" saat pelajar/mahasiswa libur dan menjelang lebaran. Ni’mat itu sudah saya jalani bertahun-tahun tanpa terasa. Comfort zone mungkin tepatnya.

Entah malaikat mana yang mendekat, saya tiba-tiba tertarik berbisnis properti. Tiba-tiba di sini tentu bukannya tanpa persiapan. Ini saya artikan niat yang bertemu dengan kesempatan. Bertahun-tahun saya membaca buku tentang properti dan sharing dengan beberapa teman yang sudah tercebur di bisnis ini. Bertahun-tahun pula saya tidak "menggunakan" gelar sarjana teknik (sipil) saya. Dan bismillah, kaki pertama menjejak bisnis tanah kavlingan... Perumahan berikutnya.

Bak gayung bersambut, saat mengajak rekan untuk join berbisnis tanah kavling, mereka ok. Bahkan tak membutuhkan waktu lama, tanah yang kami incar berhasil dibeli. Kami memilih lokasi di sekunder C Kubu Raya, karena melihat kawasan ini mulai berkembang. Perkantoran, rumah sakit dan pengembangan kota diarahkan di sana. Ini terlihat dari harumnya bau roda perekonomian dan deru debu alat berat di daerah ini.

Saya ingin sedikit berbagi seni dalam memilih tanah kavlingan...

Pertama, saya survei peminatnya. Cukup sederhana. Bila Purdie Chandra survei lokasi cabang Primagama dengan melihat apakah ada bank BCA di sekitar lokasi. Saya cukup tracking di situs jual beli online dan media sosial Facebook: apakah cukup banyak yang ‘bermain’ di lokasi tersebut. Ternyata cukup banyak. Bahkan, tahun ini, lokasi di sekunder C ini mendapat ‘bonus’ pembangunan jalan senilai 10 miliar dari Pemkab Kubu Raya. manTOP!

Kedua, kelengkapan surat menyuratnya. Pilihlah yang bersertifikat hak milik (SHM), bukan SKT. Ini guna mempermudah dalam balik nama dan proses selanjutnya. Rata-rata pemain kavlingan nakal banyak menjual tanah SKT yang tidak jelas juntrungannya. Konsumen rugi, pengavling lari! (Tambahan tips bisnis tanah kavlingannya dapat disimak di sini).

4 bulan dari kavlingan pertama terbeli...

Dengan memutar duit dari kavlingan pertama, dalam minggu ini, saya beserta rekan setim telah mulai menjual tanah kavlingan yang kedua. Di lokasi yang tak terlalu jauh dengan kavlingan yang pertama. Ya, sekunder C Kubu Raya, 20 menit dari bandara Supadio. Proses jual beli kavlingan yang kedua ini relatif tidak membutuhkan waktu lama. Sekarang, tim kami siap bergerak menjual kavlingan. Saya berharap penjualannya lebih cepat dari kavlingan yang pertama. Insya Allah berkah berlimpah.



Hmm, bagaimana, anda tertarik berbisnis tanah kavlingan atau mau beranjak ke bisnis properti? Ikuti terus blog saya, atau baca referensi desain rumah minimalis di siniJangan ragu, silakan kontak saya di 0813 4524 2799, sekedar sharing, mau inves atau pun ingin membeli tanah kavlingan.

Salam antusiass!

4 komentar:

  1. Yang mau titip jualan tanah atau rumah, silakan melalui kolom komentar. isi yang lengkap, jangan lupa nomer kontak.
    tabik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.Jual tanah murah ni boss bisa 4 kapling skt aman 40*19m belakang kantor samsat rasau mobil bisa masuk harga 80 jt
      2.skunder c tr 9 1ha 300jt
      WA 081352650115

      Hapus
  2. Untuk willayah pantura tangerang banten, muncung kronjo 560ht Rp 200/m Dan di cikande 1020hr Rp190/m 087774136956

    BalasHapus

Terima kasih atas komentar anda.