Bisnis Membesar; Pemerintah yang Untung, Pengusaha Beruntung

Dunia bisnis, kecil atau pun besar, menjadi begitu bergairah akhir-akhir ini. Pemerintah konsern menggodok program yang menunjukkan keberpihakan terhadap pelaku bisnis.

Yang kecil dikasih cemilan kredit murah bank melalui KUR mikro—dengan bunga single digit. (terakhir, saat nabung di Bank Mandiri sy ditawarkan kredit dengan bunga di bawah 5 %. Wow, lebih murah dari pinjaman saya di Telkom, yang notabene hanya mutarin dana CSR).

Yang besar, lagi coba dimanja dengan tax amnesty. Pengampunan yang bernilai ratusan trilyun rupiah.

bisnis untung

Tentu tak ada makan siang yang gratis.

Dengan berputarnya roda bisnis, diharapkan lapangan kerja tumbuh secara masif.

Dengan berputarnya bisnis, tentu diharapkan masuknya uang ke saku pemerintah melalui pajak.

Nah, untuk yang terakhir, saya kira perlu rembukan yang agak mendalam. Di titik mana, pelaku bisnis dapat dikenai pajak. Sejauh mana, zakat atau sedekah yang dikeluarkan dapat menjadi pengganti atau paling tidak menjadi pengurang pajak. Agar pajak bukan menjadi alat palak resmi.

Jika sudah ketemu titiknya, silakan go show.

Tentu, Presiden Jokowi yang berlatar pengusaha sudah memikirkan soal dan jawaban mengenai lika liku bisnis di Indonesia. Empati yang kritis dari Mr. President diharapkan menjadi bola salju perbaikan ekonomi bangsa.

Agar bisnis menciptakan keadilan, bukan kesenjangan. Agar bisnis menumbuhkan persatuan, bukan perpecahan. Dan yang pasti, agar bisnis memiliki nilai, bukan sekedar untung-rugi.