Tokobagus.com: Bila Toko Online 'Menjual' Bayi Bagus - Merayakan Hidup
Tokobagus.com: Bila Toko Online 'Menjual' Bayi Bagus

Tokobagus.com: Bila Toko Online 'Menjual' Bayi Bagus

Share This
toko bagus

Tak ada yg aneh bila ada display produk, baru atau bekas, di TokoBagus.com. Setiap hari, perjam, permenit, ada saja postingan barang dagangan di sana. Perhari ribuan jumlahnya. Pengalaman saya, saat berniat menjual cepat stok PC seken yang menumpuk di toko komputer, sembari menunggu toko online langsam, Tokobagus.com menjadi salah satu prioritas. Alhamdulillah, dalam hitungan hari jualan saya sold out.

Bagaimana bila yang dijual adalah manusia, tepatnya bayi? Nah, ini baru unik, aneh dan nekat tentunya.

Melalui status di Facebook seorang kawan, saya mengetahui kasus tersebut. Tak menunggu lama, saya segera mengontak admin Tokobagus.com untuk memverifikasi iklan tersebut.


Agak sulit memahami mengapa Tokobagus.com bisa kecolongan dengan lolosnya iklan jualan 2 bayi mungil tersebut. Padahal, sebelum iklan bisa tampil, admin akan menyortir dulu kelayakannya. Meski tidak over njelimet. 

"Kami kecolongan, jadi pada tanggal 31 Desember, ada 80 ribu produk yang masuk, dan masyarakat bisa langsung mengupload. Sedangkan admin yang menyaring produk banyak yang sedang cuti," jelas Ichwan, juru bicara Tokobagus.com.

Demikian duduk masalahnya.

Berdasarkan penelusuran Tribun Pontianak, iklan iseng ini bermula dari niatan mengerjai teman yang berulang tahun. Maka diunggahlah iklan bayi tersebut, yang naasnya, Tokobagus.com sedang kena virus akhir tahun: admin cuti berjamaah. Loloslah si iklan nyeleneh. Niat main-main dan berujung kasus yang bukan main. Tanpa mereka sadar bila perdagangan manusia sedang menjadi isu seksi kini.

Dan kasus pun berlanjut...

Saya sendiri agak ngeri melihat produk perundang-undangan di Indonesia, UU ITE khususnya. Apakah setiap pelanggaran harus dipidanakan dengan konsekuensi kurungan? Ironi kiranya bila semua bentuk punishment hanyalah berupa penjara. Tidak kreatif sekali bangsa ini. Apakah tidak bisa dengan bentuk hukuman yang lain: kerja sosial, tahanan kota, beasiswa ajar di pelosok, permintaan maaf di sosial media, dll. Belum lagi bila membahas efektifitasnya, jauh panggang dari api. Penjara malah menjadikan para penjahat sebenarnya naik kelas—karena banyak ‘mentor’ di dalam sana. Cukuplah kita 'bermain main' dengan memenjarakan orang. Tak semua orang yang bersalah butuh penjara untuk menimbulkan efek (pen)jera. Walah, malah membahas penjara.

Anda tentu sudah bisa menebak akhir dari tulisan ini. Tokobagus (dan pemasang iklan) selayaknya meminta maaf atas kecerobohan ini. Tidak lebih. Dan bila perdagangan bayi ini merupakan fenomena gunung es, pihak kepolisian harus segera bertindak. Anggaplah kasus ini sebagai peringatan bagi aparat agar benar-benar menindak kasus yang sungguh riil. Bukan yang main-main. Dan bagi pemasang iklan lainnya, semoga makin semangat jualannya, karena traffic tokobagus.com tentu lagi bagus-bagusnya. Blessing in disguise. Wallahu a’lam. 

1 komentar:

Terima kasih atas komentar anda.

Post Bottom Ad

Pages